Goes to Bandung

Pukul 3 dini hari gue sudah terjaga dari alam mimpi gue, kedua kelopak mata gue yang masih ingin tertutup rapat, gue paksakan untuk melotot hingga rasa malas untuk bangun hilang sudah. Tanggal 12 april 2015, pagi ini gue harus berangkat ke bandung untuk melanjutkan tugas baru gue untuk mempelajari sesuatu yang baru, yang nantinya akan gue bawa pulang kembali ke sini untuk di implementasikan di sini. Tanpa pikir panjang, bergegaslah gue untuk mandi agar tubuh ini terasa lebih segar, walaupun dinginnya air yang seperti air es ini seakan enggan gue sentuh. Tapi mau ga mau ya tetep harus mandi gue, ga lucu nanti para penumpang pesawat mual-mual gara-gara bau badan gue karena ga mandi hehe. Untungnya sore hari tadi gue udah packing, jadi gue udah siap langsung berangkat menuju ke bandara di kota Palembang.
Dengan di temani oleh ibu dan keponakan gue serta kakak ipar gue, berangkatlah gue dan keluarga gue menuju ke palembang dengan mengendarai si putih kesayangan gue. Jalanan dari kota prabumulih udah mulai ramai para pedagang sayur yang sudah mulai menjajakkan dagangannya di pinggiran jalan raya. Shubuh ini cuaca agak mendung, bulan terselimuti awan hitam. Dan tak begitu lama setelah keluar dari batas kota prabumulih, hujan pun turun mengguyur jalanan aspal. Gue Cuma berharap bahwa perjalanan menuju ke palembang ini akan tetap berjalan lancar dan terhindar dari macet walaupun sepanjang perjalanan di guyur oleh hujan, karena gue harus mengejar penerbangan ke bandung pagi ini.
Tak lama kemudian, sampailah gue di kota palembang. Si putih akhirnya di parkir di area parkiran kendaraan di bandara Sultan Mahmud Badarudin II di kota palembang. Gue dan keluarga sampai di bandara ini masih lebih awal dari batas jam check in, akhirnya gue santai sejenak istirahat di kursi tunggu di pelataran bandara, lumayan waktu setengah jam bisa leyeh-leyeh dulu sebelum chek in. Tak lama kemudian petugas bandara menginformasikan kepada penumpang pesawat yang akan melakukan perjalanan menuju kota bandung sudah bisa melakukan check in karena jam keberangkatan pesawat menuju bandung sudah hampir dekat. Akhirnya gue pamit ke ibu gue untuk segera masuk ke bandara melakukan check in, dengan membawa tas punggung dan menarik 1 travel bag serta 1 kantung oleh-oleh khas palembang buat teman-teman di bandung, masuklah gue untuk check in. Kali ini gue menumpang pesawat komersial express air menuju bandung dengan jam penerbangan pukul 06.30 wib. Setelah gue melakukan check in boarding pass, gue langsung menuju ke ruang tunggu pesawat. Gue duduk di pinggir di dekat pintu keluar, agar gue bisa dengar pengeras suara atau petugas yang nantinya akan memberitahukan kepada penumpang pesawat untuk menaiki pesawat.
1 jam menunggu pemberitahuan keberangkatan, yang gue lakuin Cuma dengerin mp3 dari hp gue dan sibuk utak atik BBM ngeliatin aktivitas teman-teman di BBM. Gue liat di sekitar gue para penumpang pesawat sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing sambil menunggu info keberangkatan pesawat, mulai dari nongkrong di coffee bean, ngobrol dengan kerabatnya, ada yang telponan, dan ada yg juga yang sibuk main game di hp nya. Tak lama sebelum petugas menginfokan bahwa pesawat sudah siap dan mempersilahkan para penumpang untuk menaiki pesawat, gue nelpon ibu gue terlebih dahulu, ternyata masih menunggu di anjungan bagi pengantar penumpang pesawat. Tak berapa lama kemudian petugas bandara menginfokan melalui pengeras suara bahwa pesawat dengan tujuan bandung sudah berada di landasan dan para penumpang di persilahkan menaiki pesawat. Akhirnya gua pamit ke ibu gue dan langsung menutup telepon sambil berisiap menuju pintu gerbang keberangkatan.
Ini pertama kalinya gue pergi ke bandung, pesawat yang gue naikin adalah pesawat komersial express air, saat menaiki pesawat para penumpang sudah di sambut senyum ramahnya para pramugari maskapai ini, gue sibuk melihat boarding pass gue sambil mencari no tempat duduk yang tertera di kertas boarding pass tadi, ternyata gue duduk di tengah neh, yah ga apa-apa lah (tapi pengennya dapet kursi yang pinggir deket jendela, biar mata gue liar melihat pemandangan dari atas langit).
Seperti biasanya sebelum pesawat berangkat, para pramugari memberikan instruksi kepada para penumpang jika pesawat berada dalam kondisi darurat, gue mah Cuma berdoa aja supaya penerbangan kali ini selamat sampai tujuan. Tak berapa lama kemudian pesawat mulai berjalan, suara mesin pesawat perlahan mulai terdengar lebih keras dan kencang, pesawat pun mulai terbang meninggalkan landasan pacunya.
Ehmmmm, kota palembang makin lama makin terlihat kecil dari atas langit, jembatan ampera terlihat seperti sirkuit mobil tamiya hehe, aliran sungai musi terlihat seperti ular yang berkelok, indahnya kota palembang dari ketinggian ±2000 kaki.
#ToBeContinue

Goes to Bandung Goes to Bandung Reviewed by Andrie Wibowo on May 05, 2015 Rating: 5

No comments:

Recent

ads 728x90 B
Powered by Blogger.