Jauh-jauh hari
sebelumnya, saya sudah merencanakan untuk pergi jalan-jalan luar
negeri. Dan negara tujuan yang akan di kunjungi ga jauh-jauh, negara
tetangga dulu yaitu Singapore. Sebenarnya rencana untuk pergi keluar
negeri ini sudah ada sejak 2 tahun sebelumnya, tapi karena satu dan
lain hal baru bisa berangkat sekarang. Traveling untuk pertama
kalinya ke luar negeri ini saya tidak sendiri, saya pergi bersama
teman saya yang sudah lama kita rencanakan bersama. Jadi, satu bulan
sebelum keberangkatan, saya sudah browsing tiket pesawat biar dapet
yang promo, kan lumayan tuh dapat tiket murah. Selain browsing tiket
murah, saya juga cari tahu hotel yang nyaman, fasilitasnya
lengkap,aman, dekat dengan stasiun MRT atau Bus Stop, dan yang
pastinya harganya masih terjangkaulah. Mulai review nih hotel per
hotel di bandingkan fasilitas, harga, dan jarak ke stasiun MRT atau
bus stop. Kenapa harus mempertimbangkan jarak dari hotel ke stasiun
MRT atau bus stop, karena dua alat transportasi itu yang bakal selalu
di gunakan selama di singapura karena biayanya masih terjangkau di
banding naik taksi atau grabcar.
Dan setelah pengajuan
cuti yang jauh-jauh hari sudah di approve, akhirnya saya langsung
browsing tiket dan kebetulan harganya udah naik tapi ga terlalu jauh
juga dan buru-buru langsung booking tiket pesawat PP dari salah satu
aplikasi pencari tiket setelah membandingkan harga antara beberapa
situs pencari tiket. Kemudian saya langsung booking hotel yang pas
setelah proses review hotel sana sini. Dan itinerary pun segera saya
buat agar saat di singapore sudah ada plan untuk tujuan
jalan-jalannya. Yang paling utama kalo mau traveling ke luar negeri kamu harus bawa uang cash, jangan ngandalin gesek debit atau credit card bisa bisa over budget. Saran saya sebelum berangkat tukar uang dulu di bank atau money changer, karena kalau tukar di luar negeri lumayan mahal juga kan sayang.
Tibalah di hari
keberangkatan, sabtu tanggal 4 Mei 2019, semua barang yang akan di
bawa sudah siap di dalam travelbag yang kita bawa. Kita berangkat
dari bandara sultan mahmud badaruddin 2 Palembang menuju changi
airport di singapore dengan penerbangan langsung via maskapai scoot
air, dengan waktu tempuh ± 1jam. Pukul 09.00 pagi kita sudah
berangkat ke bandara SMB 2 agar tidak telat checkin karena pesawat
yang akan kita tumpangi take off pukul 12.20 wib. And, pesawat nya
udah siap di naikin nih guys, and lets go to singapore.
Udah di dalam pesawat nih nungguin take off
Pukul 15.00 kita sudah
sampai di changi airport, ada perbedaan waktu 1 jam antara indonesia
dan singapore. Satu kata untuk bandara ini yaitu “mewah”, baru
melihatnya dengan mata kepala sendiri yang selama ini hanya bisa tahu
dan lihat di sosmed dan testimoni orang-orang yang sudah pernah dan
sering berkunjung ke sini.
Ada sebuah taman hidup di
dalam changi airport yang isinya berbagai jenis tumbuhan anggrek, dan
ada banyak ikan koi di kolam di bawahnya yang berenang mondar mandir
memanjakan mata. Setelah melepas lelah sebentar di pinggir kolam ikan
koi, kita langsung bergegas turun menuju imigrasi. Ya setiap warga
negara asing yang memasuki suatu negara wajib melalui imigrasi, ada
rasa dag dig dug juga sih karena kan ini saya pertama kalinya masuk
negara orang dan harus melewati petugas imigrasi yang katanya menurut
cerita para traveler agak sedikit ribet. Ya kalau saya memaklumi
karena kan mereka punya tugas dan tanggung jawab untuk mengizinkan
orang masuk ke negaranya dalam kondisi yang sesuai standar prosedur
yang di jalankan. Jadi wajarlah banyak pertanyaan yang di ajukan saat
kita melewati loket petugas imigrasi ini. Dan Horeeee, saya akhirnya
bisa melewati proses di imgrasi ini dengan baik. Kaya mahasiswa yang
habis selesai comprehensive, rasanya lega banget, maaf agak lebay
wkwkwkwk.
Setelah proses x-ray
bagasi saya langsung keluar pintu bandara dan mencari counter penjual
simcard, karena selama traveling komunikasi harus tetap jalan dan
supaya kita ga nyasar saat mencari lokasi objek wisata atau tempat
yang akan kita kunjungi. Tapi ternyata simcard yang di cari lagi
kosong dan akhirnya kita langsung pergi meninggalkan changi menuju
daerah bedok dengan menggunakan suttle bus. Karena kartu yang biasa
digunakan untuk membayar bus belum di isi ulang, jadi kita membayar
bus dengan uang tunai, tarif sekali jalan mulai dari 80 sen sampai
$1.80, dan yang perlu di ingat jika membayar dengan uang tunai harus
menggunakan uang tunai/koin pas karena sopir tidak memberikan uang
kembali.
Jalanan di singapura
sangat bersih dan tertata rapi, tidak ada sampah yang berserakan. Di
sini rata-rata kebanyakan tempat tinggal berupa flat seperti rumah
susun yang tertata rapi. Semua orang di sini rata-rata berjalan kaki
kemana-mana karena letak stasiun MRT atau pun bus stop nya yang
lumayan jauh juga jaraknya. Baru mengakui deh, kalau orang-orang di
sini emang tercatat sebagai pejalan kaki tercepat karena rutinitas
setiap harinya seperti ini berjalan kaki biar sehat.
Sampailah kita di bedok,
di sini kita kerumah keluarganya teman saya dulu karena emang
keluarganya dia warga negara sini. Orang-orang berlalu lalang di
tengah taman, ada yang duduk bersantai ria sambil bercengkerama
dengan bahasa mandarin dan ada juga anak-anak yang asyik bermain
skuter bersama teman-teman sebayanya. Sungguh pemandangan yang baru
kali ini di temui dengan suasana yang berbeda.
Hampir 1 jam lebih di
sini, akhirnya kita lanjut menuju ke hotel tempat menginap, tapi
sebelum pergi dari bedok mampir dulu ke counter penjual simcard yang
kebetulan ada di sini, dan membeli 1 simcard yang kita cari dari
bandara tadi. Harganya lumayan mahal $ 15 atau Rp.150.000 dengan
kuota 500GB selama 7 hari, ya cukuplah buat di pake selama 6 hari di
sini. Oh iya , kita berada di sini selama 6 hari 5 malam , cukup puas
lah untuk menjelajah singapura dengan waktu segitu. Kalau belum puas
juga ya nanti datang lagi kemari hahaha (kalau ada duit wkwkwk).
Ini simcard yang saya beli
Dari sini kita berjalan
menuju bedok mall karena di situ bus stopnya (halte bus), di bedok
mall ini kita juga mencari mesin buat top up kartu ezlink biar kemana
mana gampang tinggal di tap aja. Minimal top up kartu ezlink sebesar
$10 atau Rp.100.000. Setelah itu, kita menuju bus stop menunggu
suttle bus tujuan ke geylang road. Oh iya di sini semua bus ada no
nya masing-masing, jadi jika kalian mau pergi kemana mana harus
rajin-rajin baca map yang ada di setiap bus stop biar ga salah naik
bus.
Bus yang di tunggu pun
tiba, kita dan para penumpang lainnya bergegas naik ke bus, kita agak
sedikit repot nih karena masih menarik travel bag dan untungnya ga
berat berat amat. Setiap naik bus jangan lupa untuk men-tap kartu
ezlink di mesin tapping card yang terpasang pas di sebelah pintu masuk dan keluar bus sebagai alat pembayaran , dan pada saat akan turun juga harus
di tap ya jangan langsung turun saja ntar malah kena sanksi, karena di setiap bus itu terdapat kamera CCTV yang selalu mengawasi. Kalau saya pikir sistemnya seperti tol, setiap kita naik tapping card buat cek saldo dan saat keluar tap lagi untuk memotong saldo, mungkin seperti itu ya (mudah-mudahan bener ga nanya sih sama driver busnya wkwk).
Langit mulai gelap, sepanjang jalan terlihat pertokoan dengan lampu berwarna warni. Pada saat memasuki daerah geylang serai pandangan langsung takjub, karena ada banyak lampu warna warni yang menghias jalanan, dan sepanjang jalan terdapat booth berbagai macam makanan dan pernak pernik. Saat saya lihat lampu hias yang bertuliskan marhaban ya ramadhan, saya baru sadar jika lusa sudah memasuki bulan ramadhan, itu berarti tahun ini untuk pertama kalinya puasa pertama di negeri orang, its so amazing yeayyyy !!! By the way, hotel yang sudah saya booking letaknya di daerah geylang, fragrance hotel ruby di daerah geylang lorong 20. Kenapa saya pilih hotel ini, pertimbangannya adalah karena letaknya dekat dengan jalan utama, keluar dari hotel jalan 1 menit ke depan sudah sampai di bus stop, kemudian dekat dengan tempat makan, lalu fasilitasnya cukup lengkap, testimoni dari para pengunjung hotel ini juga cukup bagus, dan yang paling penting harganya cukup terjangkau lah untuk hotel sekelas ini di sini dan kemarin pada saat booking juga masih dapat promo diskon dari aplikasi agoda kan lumayan hehehehe. Walaupun, daerah geylang ini merupakan red districtnya singapura, yaitu sebuah lokalisasi prostitusi yang mendapatkan izin dari pemerintah alias legal. Tapi setelah membuktikannya sendiri berada selama 6 hari di sini aman koq, ga kenapa kenapa kenapa, memang saat malam tiba banyak yang nongkrong di pinggir jalan atau di pojokan gitu (taulah ya ..) tapi mereka ga usil atau jahil koq alias cuek-cuek aja.
Langit mulai gelap, sepanjang jalan terlihat pertokoan dengan lampu berwarna warni. Pada saat memasuki daerah geylang serai pandangan langsung takjub, karena ada banyak lampu warna warni yang menghias jalanan, dan sepanjang jalan terdapat booth berbagai macam makanan dan pernak pernik. Saat saya lihat lampu hias yang bertuliskan marhaban ya ramadhan, saya baru sadar jika lusa sudah memasuki bulan ramadhan, itu berarti tahun ini untuk pertama kalinya puasa pertama di negeri orang, its so amazing yeayyyy !!! By the way, hotel yang sudah saya booking letaknya di daerah geylang, fragrance hotel ruby di daerah geylang lorong 20. Kenapa saya pilih hotel ini, pertimbangannya adalah karena letaknya dekat dengan jalan utama, keluar dari hotel jalan 1 menit ke depan sudah sampai di bus stop, kemudian dekat dengan tempat makan, lalu fasilitasnya cukup lengkap, testimoni dari para pengunjung hotel ini juga cukup bagus, dan yang paling penting harganya cukup terjangkau lah untuk hotel sekelas ini di sini dan kemarin pada saat booking juga masih dapat promo diskon dari aplikasi agoda kan lumayan hehehehe. Walaupun, daerah geylang ini merupakan red districtnya singapura, yaitu sebuah lokalisasi prostitusi yang mendapatkan izin dari pemerintah alias legal. Tapi setelah membuktikannya sendiri berada selama 6 hari di sini aman koq, ga kenapa kenapa kenapa, memang saat malam tiba banyak yang nongkrong di pinggir jalan atau di pojokan gitu (taulah ya ..) tapi mereka ga usil atau jahil koq alias cuek-cuek aja.
Ini hotel tempat kita menginap di daerah geylang
Sampai di hotel kita
langsung checkin, saya mulai menyapa mbak-mbak receptionisnya
menanyakan perihal checkin atas nama saya dengan bahasa inggris,
mbak-mbak nya pun menjawabnya dengan bahasa inggris juga tapi setelah
meminta ktp dan passport kita mbak-mbak nya memberikan roomcard
dengan bahasa melayu, oalah mbak bisa bahasa melayu toh bilang dong
dari tadi jadi saya kan ga sok-sok an pake bahasa inggris wkwkwkwkw.
Setelah memberi tahu kamar kita berada di lantai 7, kita pun langsung
pergi meninggalkan meja receptionis menuju lift mencari kamar yang
sudah kita pesan. Kamar yang kita pesan emang tidak terlalu luas tapi
fasilitas nya sesuai dengan yang ada di keterangan pada saat booking,
Hairdryer, pemanas air, ac, wifi, washtafel, closed, shower hot &
cool semua bisa di gunakan dengan baik.
Pukul 07.00 malam waktu
singapura (cie cie waktu singapura) bukan kenapa kenapa tapi karena
emang beda waktunya 1 jam sama indonesia jadi harus di sebutkan waktu
singapuranya karena kalo di palembang itu baru jam 06.00 sore. Kita
langsung bergegas meninggalkan hotel menuju Station MRT Aljunied,
dari hotel kita berjalan sekitar 7 menit untuk sampai di station MRT
Aljunied. Karena ini hari sabtu malam minggu banyak orang singapura
yang keluar untuk hang out atau satnite, dari station MRT Aljunied
kita akan menuju Station MRT Marina Bay, ya kita mau ke marina bay
mall mewah dengan barang-barang brandednya. Bukan buat belanja ya
tapi kita mau kongkow melihat atraksi laser air mancur menarinya, dan
suguhan atraksi ini gratis buat pengunjung marina bay. So, kalau
kalian punya plan ke singapura jangan lupa untuk tidak melewatkan
atraksi yang satu ini. Durasi atraksi laser air mancur menari ini
sekitar 10 menit, selama 2 x pertunjukan dalam 1 malam pada pukul 8
dan 9 malam.
Berjalan-jalan skypark
marina bay sand, mengamati gedung gedung pencakar langit sebagai
background pemandangan malam ini sungguh pengalaman yang tak
terlupakan untuk pertama kalinya. Ada banyak sekali cafe dengan live
music di sini, buat kamu yang suka nonkrong pas banget nih menikmati
music sambil duduk di cafe ini yang tentunya harus dengan budget
kantong yang pas ya hehehe. Dari skypark kita langsung masuk ke mall
marina bay sand melihat lihat apa saja yang ada di mall ini, hampir
semua brand terkenal ada di mall ini, yang paling menarik ada kanal
buatan di lantai dasar mall sebagai tempat buat pengunjung yang ingin
merasakan naik gondola semacam perahu seperti di eropa. Puas
setelah menyusuri isi dari mall ini, kita langsung pulang
meninggalkan marina bay, karena perut udah mulai teriak minta di isi,
saya ingin mencoba menu nasi india yaitu nasi briyani yang nasinya
panjang-panjang lengkap dengan kari ayam khas indianya. Yang perlu di
ingat jika berpergian ke sini, MRT beroperasi hanya sampai pukul 11
malam jadi jika lewat jam segitu, satu-satunya transportasi yang
murah yang bisa di gunakan yaitu suttle bus. Setelah selesai makan,
kita langsung pulang ke hotel untuk istirahat karena besok masih
banyak tempat lagi yang akan kita kunjungi.
Okay bro and sis, cerita traveling ke singapore #part 1 nya sampai disini dulu ya, sampai ketemu di #part 2..... :)
Traveling Ke Singapore #part 1
Reviewed by Andrie Wibowo
on
August 19, 2019
Rating:
Reviewed by Andrie Wibowo
on
August 19, 2019
Rating:






No comments: